Sotoji, Soto Jamur Instan

Pertama mendengar kata sotoji adalah dari salah seorang teman yang mengirimkan pesan lewat milis. Isi pesannya kurang lebih buat temen-temen yang ingin soto gratis silahkan kirimkan blog, dan soto akan di kirim. Dalam hati terbesit mana ada soto di kirim karena saat itu yang terpikir adalah soto beneran yang kebanyakan orang jual di jalan atau warung-warung. Beberapa hari kemudian saya melihat temen saya sedang mebagi-bagi bungkusan seperti mie instan, saat berpapasan saya tanya apaan yang dibagi-bagi itu ? temen saya menjawab Sotoji buat temen-temen yang sudah mengirimkan blog, oh baru ingat dengan kiriman pesan temen ini di milis.

Sekilas kalau dilihat tampilan Sotoji mirip mie instan, tapi setelah memperhatikan dengan seksama ternyata bukan mie instan tetapi Soto Jamur Instan atau disingkat Sotoji. Penasaran dengan rasanya seperti apa maka malam ini juga saya request untuk di kirimkan sampel, kebetulan lagi gratis.

Anak saya yang pertama sangat menyukai mie instan, hampir setiap hari yang di minta mie instan. Kalau mau dituruti bisa setiap hari makanannya mie instan. Tapi karena kami sadar betul bahwa mie instan tidak baik untuk kesehatan jika di konsumsi setiap hari maka dengan usaha yang sangat keras dan perlu pendekatan ke anak pelan-pelan sudah mulai berkurang, minta mie ketika ada stok di rumah atau kalau kepingin saja.

Semoga dengan hadirnya produk Sotoji soto jamur instan ini bisa menggantikan mie instan yang di konsumsi anak saya. Kami sangat berharap hadir makanan-makan yang sehat dan bergizi untuk anak-anak kita. Kalau melihat tayangan di televisi adanya kecurangan pembuat makanan jajanan ngeri, membayangkan bagaimana kondisi generasi penerus kita nanti. jadi saya sangat berharap sekali dengan hadirnya sotoji ini mampu berkontribusi dalam mencerdaskan anak indonesia. Tentunya biar bisa dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat kami berharap harga sotoji ini juga memasyarakat. Baik sementara ini dulu ulasannnya, tulisan ini akan saya lanjutkan dengan ulasan lebih dalam tentang sotoji setelah saya mencoba sotoji ini, semoga pesanan lewat internet yang saya lakukan malam ini bisa segera di kirim sehingga saya bisa segera melanjutkan tulisan ini. to be continue

Pengalaman Menikmat Sotoji

Alhamdulilah setelah kurang lebih empat hari menunggu kiriman Sotoji, hari ini Sabtu tanggal 25 Februari 2012 kiriman Sotoji sampai dirumah. Tanpa basa-basi bungkusan Sotoji yang masih terbungkus amplop saya buka dan langsung pletek …. kompor saya nyalakan dengan panci berisi air diatasnya (kurang lebih airnya 2 gelas). Setelah air mendidih bungkusan sotoji saya buka, didalamnya ada bumbu, jamur dan sohun lalu saya masukan sohun dan jamur selama kurang lebih dua menit.

Ternyata mudah sekali memasak Sotoji hanya dua menit dimasak Sotoji sudah siap di santap. Tanpa lama-lama Sotoji yang sudah siap disantap langsung saya nikmati bersama angin semilir di sore hari. Dilihat tampilannnya di piring sepertinya isinya sedikit tapi setelah di santap ternyata banyak juga dan lumayan mengenyangkan.

Sebetulnya yang menarik dari Sotoji ini adalah bahan-bahan sotoji terbuat dari ragam nabati seperti misalnya jamur, padahal kebanyakan soto diluaran sana menggunakan ayam/ daging, sehingga sotoji ini mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda kepada konsumen. Kita semua tahu bahwa akhir-akhir ini kecendrungan orang untuk kembali mengkonsumsi bahan-bahan nabati cukup tinggi karena dengan pola konsumsi makanan hewani selama ini banyak menimbulkan penyakit seperti kolesterol, jantung dan lain sebagainya. Sotoji membaca peluang ini sehingga di luncurkanlah soto jamur instan atau sotoji yang bahan-bahannya terbuat dari nabati yang banyak tersedia di sekitar kita.

Selain bahan-bahan sotoji yang terbuat dari bahan-bahan nabati yang menarik dan menjadi perhatian kita bersama tentunya adalah kehalalannya dan Alhamdulilah sotoji telah mendapatkan label halal dari MUI dan Depkes RI. Hal ini sangat penting dan harus menjadi perhatian utama buat umat islam karena makanan dan minuman yang di konsumsi jika ada sedikit saja barang-barang yang tidak halal maka akan berpengaruh terhadap baik keimanan dan dampak terhadap prilaku terutama anak.

Harapan besar terhadap Sotoji kedepannnya yaitu sotoji mampu membuat inovasi-inovasi baru dengan bahan-bahan nabati dengan rasa yang tak kalah dengan mie atau sohun yang sudah beredar di pasaran. Menghadirkan makanan yang sehat, bergizi dan dengan harga terjangkau menjadi tantangan buat sotoji. Semoga Sotoji bisa diterima di masyarakat dan mampu menguasai pasar indonesia dan luar negri. Sukses buat Sotoji, teruslah berinovasi kami tunggu gebrakan inovasi baru yang lainnnya. Kedepankan soal mutu dan komitmen membangun generasi penerus bangsa ini karena kemungkinan besar pangsa pasar sotoji adalah anak-anak, jadi mereka harus di diberikan asupan makanan yang bergizi dan mengandung banyak vitamin yang dibutuhkan. Selamat berjuang dan Sukses buat Sotoji Soto jamur instan.

About tokoliem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera