Konservasi Sumber Daya Air di Mata Blogger

Lomba Blog SDA

Konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat, dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang.

Menurut UU 07/2004 pasal 1 butir 1 menyatakan Sumber daya air adalah air, sumber air, dan
daya air yang terkandung di dalamnya, sedangkan air menurut pasal 1 butir 2 adalah Air adalah semua air yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat.

Sumberdaya air merupakan bagian dari kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat, secara lestari sebagaimana termaktub dalam pasal 33 ayat 3 UUD 1945. Ketetapan ini ditegaskan kembali dalam pasal 1 Undang Undang Pokok Agraria tahun 1960 bahwa bumi, air dan ruang angkasa termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dalam wilayah Republik Indonesia sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa adalah merupakan kekayaan nasional. Sumberdaya air ini memberikan manfaat serbaguna untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat di segala bidang baik sosial, ekonomi, budaya, politik maupun bidang ketahanan nasional.

Air merupakan kebutuhan pokok manusia karena tanpa air manusia tidak akan bisa meneruskan hidupnya. Air buat kita sudah jadi kebutuhan pokok, hampir seluruh kegiatan kita membutuhkan air dan tubuh kita 80% adalah air. Karena pentingnya air buat kehidupan manusia maka menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga kelestariannnya.

Dalam UUD 45 pasal 33 ayat 3 menyatakan bahwa kekayaan alam di kuasai oleh negara dan di pergunakan untuk kemakmuran rakyat. Salah satu kekayaan alam indonesia adalah sumberdaya air. Indonesia begitu kaya akan sumber daya air karena masih banyak hutan, akan tetapi apabila kekayaan alam berupa sumber daya air ini tidak di jaga dan dilestarikan maka akan menjadi bencana baik berupa kekeringan atau banjir.

Kekeringan yang terjadi di beberapa daerah akhir-akhir ini adalah akibat dari pengelolaan sumber daya air yang salah dimana hutan yang menjadi sumber air di rusak melalui penebangan hutan tanpa memperhatikan akibatnya. Dalam hal ini pemerintah harus tegas dalam menindak perusahaan-perusahaan atau perorangan yang menebang hutan sembarangan, tidak ada kompromi terhadap hal ini.

Konservasi sumber daya air yang harus di perhatikan meliputi dan menjadi perhatian kita bersama baik pemerintah dan masyarakat adalah konservasi sumber daya air sungai, danau, dan waduk serta konservasi sumber daya air bawah tanah.

Konservasi sumber daya air sungai,danau dan waduk
Negara kita adalah negara kepulauan yang memiliki banyak sungai sehingga harus benar-benar di kelola, satu sungai satu rencana satu pengelolaan. Terjadinya kekeringan atau banjir pada sungai karena tidak adanya pengelolaan baik sumber mata air sungai atau jalur sungai. Sumber mata air sungai harus benar-benar di jaga kelestariannnya, dimana dalam hal ini hutan menjadi sumber mata air sungai. Reboisasi atau penanaman hutan kembali harus benar-benar di terapkan karena kalau tidak maka hutan akan menjadi gundul sehingga pada musim kemarau air akan berkurang atau kering dan jika musim hujan akan terjadi banjir.

Banjir terjadi karena sungai dan saluran-saluran drainase tidak mampu menampung air hujan.
Penuhnya permukaan air sungai yang mengakibatkan banjir disebabkan karena air hujan tidak meresap kedalam tanah, terutama pada sumber air. Pentingnya pelestarian hutan dan sungai demi menjaga keseimbangan hidup manusia harus menjadi konsen kita bersama.

Pengelolaan sumber daya air sungai meliputi bagian hulu dimana perlu di bangun waduk untuk mengendalikan banjir dan menyimpan air serta membangkitkan energi. Pada bagian tengah sungai perlu dibangun bendung untuk menyalurkan untuk keperluan domestik, industri dan pertanian. Sedangkan pada bagian hilir perlu dibangun bendungan untuk mencegah intrusi air laut.

Kebiasaaan masyarakat membuang sampang di sungai serta membangun rumah di bantaran sungai menjadi kontribusi terhadap kerusakan sungai. Dengan membuang sampah di sungai dan membangun rumah di bantaran sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai sehingga pada musim hujan akan mengakibatkan banjir.

Pembuatan waduk dan pemeliharaan danau baik buatan atau alami menjadi penting dalam rangka menjaga ketersediaan air pada musim kemarau. Peranan waduk dan danau dalam menjaga ketersediaan air di saat kemarau sangat dibutuhkan, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan. Pendangkalan waduk dan danau baik diakibatkan oleh manusia atau alam harus di perhatikan karena jika pendangkalan terjadi akan mengakibatkan volume air waduk atau danau akan berkurang.

Konservasi sumber daya air bawah tanah
Konservasi sumber daya air bawah tanah meliputi sumur respan air hujan. Hal ini bisa dilakukan oleh setiap individu dengan cara membuat sumur resapan air hujan. Manfaat sumur resapan air hujan terhadap lingkungan adalah untuk mengurangi angka imbangan air yaitu sebagai pemasok air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih guna menopang kehidupan, mengatasi intrusi air laut, memperbaiki mutu air tanah, mengatasi kekeringan dimusim kemarau, menanggulangi banjir dimusim hujan, mengendalikan air larian (run off) yang mengakibatkan pengikisan humus tanah. Dengan terkendalinya erosi tanah, secara tidak langsung mengurangi sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan sungai.

Selain air sumur resapan, lubang resapan biopori merupakan cara konservasi air tanah sederhana di daerah pemukiman adalah lubang silendris yang dibuat di dalam tanah dengan diameter 10-30 cm, kedalaman tergantung kondisi tanah asal tidak melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang biopori diisi sampah dapur/organik guna mendorong terbentuknya biopori oleh aktifitas fauna tanah (cacing) sehingga dapat meningkatkan lajunya peresapan air hujan. Lubang biopori prinsipnya sama dengan sumur resapan, lebih simpel dan mudah diterapkan tidak memerlukan biaya.

Sebetulnya di dalam perda masing-masing daerah biasanya ada peraturan yang mengharuskan setiap rumah memiliki resapan baik berupa tanah yang tidak dibangun, membuat sumur respan air serta lubang resapan biopori. Tujuan dari perda tersebut salah satunya adalah menjaga ketersediaan air bersih, terutama untuk kota-kota besar seperti jakarta.

Dari paparan diatas, menurut kami sebagai aktifis blogger konservasi sumber daya air menjadi tanggung jawab kita semua baik pemerintah sebagai pengambil kebijakan maupun kita sebagai individu masyarakat. Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam menjaga kelestarian sumber daya air seperti hal-hal diatas yang sudah kami paparkan. Masing-masing kita punya peranan dan kontribusi, sehingga himbauan buat saya pribadi dan temen-temen semua mari kita jaga lingkungan, keberlangsungan kehidupan kita sangat tergantung dengan apa yang kita lakukan sekarang. Lakukan apa yang bisa kita lakukan demi menyelamatkan bumi ini sehingga kita bisa mewariskan kepada anak cucu kita lingkungan yang sehat dan bersahabat.

About tokoliem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera